Kamis, 08 Mei 2014

HUT Kota Dumai yang ke-15

JAS MERAH!! ''JAngan Selaki-kali Meupakan Sejarah''. Sebuah teriakan yang dilontarkan Bapak The Founding Father sang tokoh Proklamator Indonesia Bung Karno disaat pekikan pidatonya tahun 1966, membuat kita sadar bahwa sejarah jadi lebih penting diingat saat hidup tak bertaut dengan suasana genting, antara menentukan pilihan hidup merdeka atau pasrah menerima penjajahan di bawah naungan Inlander-Inlander dan propaganda imperialisme asing, namun itulah pesan dan kesan agar bangsa yang besar tidak lagi mudah lupa

Sejarah mengajarkan kita bagaimana menjadi kepribadian yang luhur serta membentuk karakter bangsa yang hebat, kuat, dan akan selalu cinta di tanah pusaka. Jika seantero nusantara mengerti apa yang terjadi di tahun 1945, namun bagaimana dengan daerah tanah kelahirannya?

Dumai dikenal dengan kiprah potensi pelabuhannya, dihiasi dengan megah industrinya dari tingkat lokal, regional, nasional dan bahkan internasional. Tapi sayangnya, negeri ini lahir bukan dari mimpi di siang hari, juga bukan igauan di balik mimpi. Melainkan adanya cita, cinta, rasa, karya yang tidak kalah penting adalah usaha dan perjuangan menggapai cita-cita Dumai menjadi Kotamadya.

Era Reformasi 1998, ketika publik disibukkan dengan euforia penghujatan sebuah rezim Orde Baru, Dumai berkecimpung menggeliatkan potensinya untuk memerdekakan daerahnya menjadi wewenang seutuhnya, hingga tibalah 27 April 1999 menjadi momentum bersejarah bagi Dumai sebagai hari lahirnya.

Dengan UU RI No 16 Tahun 1999 maka diputuskannya Dumai dari administratif menjadi Kotamadya Tinggat II saat itu, Komite Reformasi Masyarakat Dumai (KRMD) ketika itu gencar mempersembahkan jiwa raganya menjadi aktor pendobrak sebagai pemuda generasi bangsa. Perjuangan yang dilakukan mulai dari tingkat daerah, provinsi, hingga Ibukota negara (Jakarta) pun ditempuhi.

Tanggal 23 November 1998 tepat pada pukul 09.00 WIB, rombongan KRMD yang lebih dari 20 orang berangkat ke Jakarta dengan menggunakan kendaraan bus guna menyampaikan aspirasinya yang dikoordinatori (Alm) Bapak Umar Umayah dengan membawa satu visi dan tekad untuk dinobatkan Dumai sebagai daerah otonom yang berwenang mengatur rumah tangganya sendiri.

Sekilas upaya tersebut bukanlah sia-sia, harapan masih ada, segala rintangan tak luput dihadang jua. Alhasil perjuangan yang digencarkan mendapatkan sinyal-sinyal positif akan tercapainya cita dan asa, sebelum Pemilu tahun 1999 Dumai harus sudah lahir menjadi Kota yang kelak dewasa.

Selasa, 27 April 1999, hari itu diresmikannya Kotamadya Dumai dengan dilantiknya Walikota yang pertama Drs. H Zaharuddin Abdullah oleh Menteri Dalam Negeri Syarwan Hamid berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Nomor: 13.24-376 tertanggal 26 April 1999. Tidak bisa diragukan lagi hari tersebut goresan tinta sejarah telah terukir menjadi peradaban perjuangan sejatinya masyarakat Dumai

Lima belas tahun silam waktu berlalu sudah, usia yang disandang pun semakin dewasa. Namun apakah kita sudah lupa atau sengaja melupakannya dan atau tidak tahu sama sekali? Ada perjuangan dibalik itu semua, bahkan pengorbanan menggapai cita.

Perayaan hari jadi Kota Dumai dari tahun ke tahunnya mesti memiliki makna seutuhnya, bukan hanya bergeliat kecimpung di atas panggung pergelaran yang berdiri megahnya bahkan bukan pula proyek musiman dengan agenda tahunannya. Di generasi seterusnya meski diberikan pemahaman menakar historis negerinya agar tahu dan paham untuk membela, berjuang meneruskan garis-garis benang merah kemenangan.

''Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya / sejarahnya'' (Ir.Soekarno). Lagi-lagi upaya untuk melawan lupa, kalau yang besar saja atau penguasa tidak tahu atau lupa sejarahnya maka hilanglah identitasnya.
Sejarah adalah pelajaran masa lalu, hari ini adalah kenyataan, besok adalah harapan masa depan. Selamat ulang tahun Dumaiku yang ke-15, JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah)!! ***

Syukrizal adalah Sekjen PP Himpunan Mahasiswa Dumai (HMD). Tulisan ini dipersembahkan khusus dalam rangka memperingati HUT Kota Dumai yang ke-15
- See more at: http://www.goriau.com/opini/melawan-lupa-menakar-historis-dumai-berseri.html#sthash.kPTM8gKh.TsuKnA0l.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar